Menampilkan sebuah produk di toko online bukan hal yang sederhana. Sangat sulit. Yup! Menentukan style yang tepat dan cocok untuk brand perusahaanmu, ekspektasi konsumen, waktu pengerjaan, hingga ke biaya foto produk yang harus dikeluarkan. Kami menuliskan petunjuk lengkap, cara memilih foto produk baju yang tepat untuk bisnismu. Foto produk baju flatlay, manekin, atau menggunakan model.

Kalau di toko fisik, kamu bisa melihat produk baju yang dipajang di depan jendela kaca menggunakan manekin. Tapi kalau di toko online, foto produk adalah satu-satunya cara untuk memamerkan baju yang kamu jual.

Rasanya akan sangat menyenangkan ketika kamu melihat baju yang kamu suka lalu kamu berjalan mendekati, bisa memegang dan merasakan tekstur kainnya.

Di saat yang sama kamu bisa menentukan apakah kamu akan membeli atau tidak.

Sebaliknya, di toko online yang jarak tokonya bisa puluhan bahkan ratusan kilometer dari lokasimu maka yang bisa kamu lakukan adalah dengan melihat foto produk yang dipasang saja.

Nope! Tidak mungkin untuk melihat langsung produknya.

Jadi, sebagai pemilik toko online, akan konyol rasanya kalau kamu ingin setiap calon konsumen yang datang di toko onlinemu bisa merasakan produk baju yang kamu jual sebelum membeli. Maka dari itu, disinilah foto produk baju memegang peranan yang sangat penting

Related Post:  5 vendor terbaik jasa foto produk Jogja

Fungsi foto produk baju untuk toko online

Ah ya… Semua pemilik toko online pasti sudah tau jawabannya, “biar orang bisa lihat barang yang dijual”. Bener sih, ngga salah kalau kamu punya jawaban seperti itu. Tapi menurut kami, foto produk baju berfungsi untuk menampilkan gambar pakaian seindah dan serealistis mungkin dan harus konsisten.

Indah, realistis dan konsisten. Garis bawah.

Penjelasannya ada ditulisan di bawah ini.

Foto pakaian harus indah

Manusia suka dengan sesuatu yang indah. Jadi kalau kamu ingin menarik perhatian calon konsumen, kamu harus menampilkan sesuatu yang indah di mata mereka

Lirikan pertama harus begitu menggoda.Nagari Studio

Tau ngga gimana perilaku konsumen (pengguna toko online) saat menggunakan website atau aplikasi marketplace seperti Tokopedia, BukaLapak, dll

  1. Memperhatikan deretan produk yang ingin dibeli?
  2. Skimming produk dan dalam waktu 2 detik sudah berada di produk ke 30.

Kira-kira, mana perilaku konsumen online yang paling mewakili? Nomor 1 atau nomor 2?

Jawabannya adalah nomor 2.

Konsumen tidak memperhatikan satu persatu produk, tapi mereka akan melihat semua produk yang ada dengan sangat cepat. Dan saat mereka melihat sebuah foto produk yang menarik, pada saat itulah mereka akan melakukan “klik”.

Jadi, dengan menampilkan foto produk baju yang indah maka produkmu akan mampu mencuri perhatian konsumen meskipun hanya dalam waktu sepersekian detik saja. Tapi memang itulah waktu yang kamu punya untuk memenangkan persaingan marketplace. Kurang dari 1 detik!

Foto pakaian harus realistis

Saat konsumen melihat foto pakaian, mereka akan mulai membayangkan bagaimana indahnya baju itu saat mereka pakai. Jika apa yang mereka bayangkan indah, maka konsumen tidak akan ragu untuk membeli baju itu.

Sebisa mungkin, kamu menampilkan foto baju dari berbagai macam sisi sehingga konsumen bisa membayangkan bagaimana bentuk baju itu ditubuh mereka saat digunakan.

Masalah editing, jangan menaikkan kontras dan saturasi foto terlalu tinggi. Foto baju malah akan terlihat tidak realistis dan akibatnya menjadi tidak menarik.

Cukup dengan editing sederhana saja.

Related Post:  Foto Background Putih = Membosankan, Apa Iya?

Foto pakaian yang konsisten

Pada saat konsumen masuk ke toko online, mereka akan disuguhi sangat banyak jenis foto dan tulisan warna-warni. Sebenarnya ini akan memberikan efek stress karena otak dipaksa memproses banyak informasi dalam waktu yang sangat cepat.

Jika kamu memberikan foto baju yang konsisten, maka otak akan mampu beristirahat dan memberikan rasa nyaman dan rileks pada konsumen.

Jika konsumen merasa nyaman berada di halaman toko onlinemu, masa kesempatan terjadi penjualan tentunya menjadi lebih tinggi.

Lihat bagaimana Amazon memberikan konsistensi foto produk.

Beli baju di toko online Indonesia seperti beli kucing dalam karung

Ini kenyataannya, di Indonesia masih banyak penjual yang tidak memberikan foto produk yang terbaik bagi konsumen. Foto produk yang dibuat secara “DIY (do it yourself)” alias foto sendiri tapi dengan ilmu dan effort yang apa kadarnya.

Hasil foto produk baju bukannya memberikan nilai lebih bagi brand produk dan bisnis, tapi hanya seperti sekedar yang penting bisa jualan saja. Masalah konsumen tertarik atau tidak, peduli amat?

Fotografi adalah hal yang mudah jika kamu ingin benar-benar benar belajar. Ini tipsnya kalau kamu mau bikin foto produk baju sendiri:

  1. Gunakan 20% waktu bisnismu untuk belajar fotografi.
  2. Dari 20% waktu itu, alokasikan 10% untuk membaca tutorial.
  3. Dan 90% gunakan untuk praktek motret.

Jika kamu merasa belajar terlalu merepotkan, kamu bisa alokasikan 10-15% budget produksi menjadi budget promosi dan memilih jasa foto produk profesional untuk mendapatkan foto baju yang bisa menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan toko onlinemu.

Pilihan ada ditanganmu sebagai pimpinan perusahaan:

  • Korbankan waktu dan tenaga untuk belajar foto sendiri.
  • Korbankan sedikit budget produksi menjadi promosi.
  • Atau korbankan hasil penjualan karena foto produk yang tidak menarik perhatian.

Semua keputusan ada kelebihan dan kekurangan tentunya.

Pilihan teknik foto produk baju terbaik menurut jenis baju

Tidak semua baju cocok difoto sacara flatlay, tidak semua baju cocok difoto dengan mannequin, dan tidak semua baju cocok difoto menggunakan model.

Penilaian cocok disini bukan hanya berdasarkan penampakan secara visual saja, tapi parameter seperti biaya, waktu pengerjaan, dan tingkat kesulitan juga turut diperhitungkan. Tapi kalau foto produk mana yang lebih menjual, tentunya opini ini akan berbeda pada masing masing brand.

Foto produk baju Flatlay

Foto produk baju: Flatlay vs Manekin vs foto Model, mana yang terbaik? 1

Flatlay adalah cara yang paling sederhana untuk menampilkan foto pakaian. Tapi meskipun terlihat sederhana, ternyata mengatur baju agar bentuknya menarik tidak semudah yang dibayangkan. Selain itu, background perlu dihilangkan dengan software pengolah foto.

Foto flatlay adalah teknik yang paling banyak dipilih oleh pemilik bisnis online karena paling murah dan paling mudah.

Foto baju flatlay paling cocok untuk baju sehari-hari seperti kaos, kemeja, celana, hoodie dan baju anak-anak..

Untuk pengusaha distro, cocok banget nih punya koleksi foto flatlay untuk produk-produknya. Selain simple dan sederhana, foto ini juga paling murah biayanya.

Related Post:  Harga Foto Model, Berapa Sih?

Teknik flatlay kurang cocok untuk foto pakaian seperti baju renang, pakaian dalam, bikini, dan baju panjang. Paling tidak cocok untuk foto baju mewah, seperti gaun pengantin dan tuksedo.

Untuk pakaian dalam, lebih baik menggunakan teknik ghost manekin. Alasannya? Nanti akan kami sampaikan.

Kelebihan Foto Baju Flatlay

  • Mudah dikerjakan.
  • Tidak terlalu banyak setup sebelum foto
  • Mudah dikreasikan dengan properti penunjang lain.
  • Biaya murah.

Kekurangan Foto Baju Flatlay

  • Konsistensi sulit untuk didapatkan.
  • Baju bisa terlihat tidak memiliki dimensi dan bahkan jadi tidak menarik kalau penataan tidak bagus.
  • Tidak cocok untuk baju mewah dan berukuran besar (gamis, long dress, dll).

Foto produk baju Ghost Manekin

foto produk baju ghost manekin

Ghost Manekin kurang populer sepertinya di Indonesia, padahal ini adalah salah satu teknik foto yang bisa memberikan kesan menawan dengan harga yang lebih murah daripada foto model.

Ghost manekin akan membuat baju seperti sedang dipakai orang, tapi orangnya tidak kelihatan. Proses fotonya cukup mudah dan style produk tidak terlalu rumit, tapi proses pasca foto memakan waktu yang lama dan sulit untuk dilakukan.

Dibandingkan foto menggunakan manekin biasa, foto baju dengan ghost manekin jauh lebih menarik karena ada efek wow pada konsumen, seperti “Eh, kog bisa ngga kelihatan orangnya?”, dan karena foto baju seperti sedang dipakai maka konsumen akan mudah untuk membayangkan bagaimana baju ini kalau mereka pakai.

Nah, teknik foto baju ini menurut Nagari yang paling fleksibel. Hampir semua jenis baju cocok difoto dengan teknik ghost manekin. Kaos, kemeja, baju renang, pakaian dalam, jeans, hmmm… rasanya hampir semua jenis baju cocok difoto dengan ghost manekin.

Nah, kenapa kog pakaian dalam cocok banget dilakukan foto menggunakan teknik ini? Karena dengan ghost manekin, pakaian itu seolah-olah seperti sedang dipakai sehingga konsumen akan lebih mudah membayangkan bentuk pakaian dalam itu didalam kepala mereka.

Related Post:  Harga Foto Model, Berapa Sih?

Dan teknik foto ini menjadi salah satu solusi terbaik bagi pebisnis muslim, dimana memperlihatkan bagian tubuh wanita tidak diperbolehkan.

Kelebihan Foto Baju Ghost Manekin

  • Setup lightning sederhana.
  • Teknik yang cocok untuk hampir semua jenis pakaian.
  • Lekuk tubuh dan pakaian terlihat jelas seperti menggunakan model.
  • Tidak menggunakan model yang sesungguhnya.
  • Lebih murah dibandingkan foto model.

Kekurangan Foto Baju Ghost Manekin

  • Sulit untuk dikerjakan terutama bagian pasca produksi.
  • Pengerjaan yang relatif lama.
  • Diperlukan imajinasi yang kuat oleh stylish dan editor.

Foto produk baju dengan model

 Foto produk baju: Flatlay vs Manekin vs foto Model, mana yang terbaik? 2

Ini nih, layanan foto produk yang paling banyak dicari-cari orang. Karena dengan menggunakan model, maka nilai dari produk yang dijual bisa terangkat dengan cepat.

Kog bisa nilai produk jadi terangkat?

Karena dengan adanya model, konsumen akan beranggapan kalau foto-foto yang dipasang adalah asli dan dikerjakan secara serius. Foto produknya saja serius, apalagi produknya, pasti dikerjakan dengan sangat baik juga.

Pemotretan model pun juga perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan keindahan semu. Dimana sebenarnya produk baju aslinya tidak bagus, tapi begitu dipakai oleh model yang cantik dan seksi maka dalam seketika mendongkrak nilai baju tersebut.

Karena model yang cantik dan seksi.

Related Post:  Foto Background Putih = Membosankan, Apa Iya?

Misalnya dengan makeup yang berlebih, editing bentuk tubuh model seperti memperbesar payudara dan memperkecil pinggang dan paha sehingga model terlihat menjadi sangat cantik dan konsentrasi konsumen justru malah ke model bukannya ke produk.

Tidak ada yang bisa disalahkan. Toh penjual menyewa model memang untuk membuat produknya menjadi indah.

Kelebihan Foto Baju dengan model.

  • Baju atau produk otomatis menjadi menarik.
  • Bisa menampilkan detil produk ketika dipakai.
  • Semua produk baju cocok difoto menggunakan model

Kekurangan Foto Baju dengan model

  • Menghasilkan keindahan semu.
  • Biaya tinggi.

Foto pakaian yang terbaik

Nah setelah kamu tau keunggulan dan kekurangan dari berbagai teknik foto produk baju, kira-kira foto apa yang akan kamu pilih?

Flat lay, ghost manekin, atau model?

Apapun teknik yang kamu pilih tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah kamu harus memberikan sesuatu yang indah, realistis dan konsisten untuk konsumen.

Karena dengan 3 hal itu yang kamu lakukan secara terus menerus akan membentuk karakter dan branding toko onlinemu dengan sendirinya. Dan dengan branding yang kuat, konsumen pun akan lebih percaya saat melakukan transaksi denganmu.

Suka dengan yang kamu baca?

Suka dengan yang kamu baca?

Langganan newsletter Nagari Studio untuk mendapatkan informasi menarik lain seperti yang kamu baca sekarang ini. Dan kamu juga akan jadi yang pertama tahu jika ada diskon atau program giveaway foto produk dari Nagari Studio.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This