oleh | 8 Agu 2018 | Bisnis, Foto Produk | 0 Komentar

Foto produk bisa menjadi senjata utama bagi kamu saat berjualan di toko online, sosial media, atau marketplace. Bahkan bisa, 80% penjualan terjadi karena efek foto produk. Masalahnya banyak orang yang belum paham pentingnya foto produk untuk bisnis olshop mereka. Baca sampe tuntas biar kamu tahu apa pentingnya foto produk untuk bisnis olshop.

Jual beli di era modern sekarang ini rasanya lebih sering dilakukan secara online. Mudah, murah, dan jangkauan market yang lebih luas.

Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, ribuan (mungkin puluhan ribu) orang berlomba-lomba untuk terjun ke dunia bisnis online. Ada yang berhasil, namun ada juga yang akhirnya gulung tikar.

Mengapa ini bisa terjadi? Seharusnya dengan jangkauan pasar yang luas, produk akan mudah dijual.

Benarkah?

In a crowded marketplace, fitting in is a failure. In a busy marketplace, not standing out is the same as being invisible.Seth Godin

Jika kita baca kata bijak dari Seth Godin diatas, makna yang bisa kita ambil kurang lebih adalah:

Untuk memenangkan persaingan pada bisnis online kita harus “stand out from the crowd”, harus beda dari yang lain!

Menjadi sama dengan yang lain, mungkin inilah yang menyebabkan banyak seller yang akhirnya harus gulung tikar.

Pentingnya Foto Produk untuk Bisnis Online 1

Sisi gelap Marketplace dan Toko online

Kami coba mengamati bagaimana tingkah laku konsumen pada bisnis online dan menurut kami ada beberapa sisi gelap marketplace dan toko online yang mungkin tidak terlihat bagi sebagaian besar seller.

Related Post:  7 Kesalahan Pemula saat Jualan di Tokopedia

Pentingnya Foto Produk sebagai mesin penjual

Calon konsumen masuk ke aplikasi atau website marketplace. Katakan saja dia masuk ke Lazada.

Yang pertama dia lakukan adalah mengetik kata kunci produk yang ingin dia lihat.

Kemudian, dan disinilah bagian menariknya, calon konsumen akan melihat-lihat produk melalui foto produk. Sekali lagi FOTO PRODUK! Dia tidak membaca nama produk, tidak melihat harga, dan tidak melihat deskripsi produk.

Selanjutnya, jika dia menemukan beberapa produk yang dia cari maka calon konsumen baru akan membandingkan harga dan melihat deskripsi produk.

Perilaku konsumen ini terjadi karena manusia adalah makhluk visual. Proses informasi lebih cepat di proses melalui gambar atau foto.

Kalau foto produk yang kamu tampilkan hanya biasa-biasa saja, maka kamu dan produkmu akan masuk ke ronde 2. Perang harga!

Tapi kalau foto produkmu langsung memikat konsumen, mereka akan langsung mengeliminasi produk lain dari otak mereka.

Praktek Banting Harga

Kalau kualitas foto produk yang kamu tampilkan ke konsumen sama dengan yang lain, maka selamat datang di tahap persaingan harga. Disini kamu akan berhadapan dengan pemilik modal besar yang siap untuk memberikan harga lebih rendah lagi jika diperlukan.

Praktek banting harga banyak terjadi di dunia bisnis online. Hal ini terjadi untuk memonopoli pasar dan meraup untung sebanyak-banyaknya berdasarkan kuantitas penjualan.

Bagi pemilik modal besar, hal ini tidak jadi masalah karena dia bisa menekan harga produksi sangat rendah. Tapi bagaimana dengan UKM?

Ada harga ada barang. Kualitas pasti akan selalu diiringi dengan harga. Jika memang produkmu adalah produk berkualitas, tunjukkan bahwa memang produkmu berkualitas. Bukan dengan bermain-main dengan harga.

Konsumen (merasa) adalah raja

Pentingnya Foto Produk untuk Bisnis Online 2

Review negatif dari konsumen akan dibaca oleh 2.147.930 orang konsumen lain. Tidak mau dapat komentar negatif? Perlakukan saya sebagai raja!

Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Namun disini kami tidak akan membahas bagaimana seharusnya cara kamu memperlakukan konsumen, tapi cara untuk menghindari gesekan dengan si Raja kecil.

The customer is always rightHarry Gordon Selfridge

Kembali ke poin pertama, pentingnya foto produk sebagai mesin penjual. Konsumen akan beli produkmu jika mereka suka dengan foto produk yang kamu tampilkan.

Masalah terjadi ketika foto produk kamu itu ternyata hanya hasil download dari internet atau foto produkmu memiliki kualitas yang rendah sehingga foto tidak sesuai dengan produk aslinya.

Related Post:  Foto Background Putih = Membosankan, Apa Iya?

Bisa dipastikan konsumen akan melakukan komplain, dan jika komplain tidak bisa diselesaikan mereka tidak akan segan untuk menuliskan komentar negatif.

Berikan foto produk yang konsumen perlukan, bukan foto produk yang bisa kamu dapatkan (dengan seadanya).

%

Konsumen membeli berdasarkan foto produk

%

Konsumen membeli berdasarkan harga

%

Konsumen mempertimbangkan ongkos kirim

%

Konsumen membeli setelah melihat hasil review

Pentingnya Foto Produk untuk Bisnis Online

Etsy, sebagai sebuah marketplace kerajinan terbesar melakukan survey kepada penggunanya untuk mengetahui dasar konsumen melakukan pembelian. Hasilnya, konsumen mengatakan bahwa foto produk adalah hal yang krusial bagi mereka untuk mengambil keputusan beli atau tidak.

Menariknya, foto produk justru lebih penting daripada harga produk, ongkos kirim, dan bahkan review!

  1. 90% konsumen memutuskan jadi beli setelah melihat foto produk yang menarik .
  2. 83% konsumen jadi beli setelah melakukan perbandingan harga.
  3. 76% konsumen melakukan transaksi saat melihat ongkos kirim.
  4. 73% konsumen melakukan transaksi setelah melihat hasil review.

Pentingnya Foto produk untuk mempengaruhi persepsi konsumen

Percaya atau tidak, foto produk bisa mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk yang kamu jual.

Produk yang seharusnya mahal bisa menjadi murah dimata konsumen akibat foto produk yang buruk, sebaliknya dengan foto produk yang luar biasa konsumen bisa menghargai produk dengan tinggi meskipun sebenarnya harga produk itu murah.

Ada sebuah studi kasus yang menarik, kami ambil sebuah foto kacamata di marketplace Ebay. Coba tebak berapa harganya!

Manusia membentuk kesan pertama hanya dalam 50 milidetik, yang artinya dalam sekali lirik manusia bisa mengatakan produk ini bagus atau jelek.

Pentingnya Foto Produk untuk Bisnis Online 3

Psikologi Foto Pada Manusia

Manusia adalah makhluk visual, mereka lebih tertarik pada foto dan video daripada tulisan. Proses informasi akan lebih cepat dengan melihat foto dan video.

Tidak heran Youtube lebih diminati daripada blog.

Ada sebuah studi yang menarik, bahwa

  • 80% orang mengingat yang mereka lihat
  • 20% ingat apa yang mereka baca
  • 10% orang ingat apa yang mereka dengar
Related Post:  5 Mitos Kamera Foto Produk Terbaik

Buat Produk lebih menarik dimata konsumen

Berikan apa yang konsumen ingin lihat. Foto produk yang bersih dan detil. Sehingga mereka bisa membentuk sebuah bayangan tentang produk aslinya di kepala mereka.

Suka dengan yang kamu baca?

Suka dengan yang kamu baca?

Langganan newsletter Nagari Studio untuk mendapatkan informasi menarik lain seperti yang kamu baca sekarang ini. Dan kamu juga akan jadi yang pertama tahu jika ada diskon atau program giveaway foto produk dari Nagari Studio.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This