Kompetitor Adalah? Ini 4 Bahaya Kalau Kamu Tidak Tau Siapa Pesaing Bisnismu

Ditulis oleh : Dave Raynald
Dipublikasikan pada : 20 April 2021
Kata pembuka
Menghadapi persaingan bisnis oleh kompetitor adalah hal yang tidak mudah. Tapi kalau kita sudah paham siapa pesaing bisnis kita, mungkin kita akan lebih siap dalam menghadapi mereka.

Siapa sih yang suka punya kompetitor bisnis?

Ngga ada ya? 😂

Padahal, dalam dunia bisnis, kompetitor adalah pesaing bisnis yang pasti ada dan tidak bisa dihindari. Justru kalau tidak ada kompetitor, kita perlu waspada! Jangan-jangan produk malah tidak diminati oleh pasar karena tidak ada kompetisinya.

Ada gula, ada semut.

Ada pasar, ada kompetitor.

Lalu bagaimana cara agar kita bisa survive, bahkan harapannya bisa lebih besar daripada kompetitor bisnis kita?

Well, hal ini akan kita bahas namun sebelumnya kita perlu tau juga apa sih manfaat kompetitor bagi bisnis kita?

Kompetitor adalah kawan sekaligus lawan

Kompetitor adalah satu atau beberapa pesaing bisnis yang menawarkan produk yang sama dengan kita, baik berupa barang ataupun jasa.

Sering kali, kompetitor dianggap sebagai risiko dan tantangan yang harus ditaklukkan agar usaha atau bisnis yang kita miliki bisa tumbuh besar.

Masalahnya, kalau kita menyerang kompetitor bisnis dengan cara membabi buta, justru hal ini bisa merugikan bagi kesehatan bisnis kita sendiri lho. Bisa-bisa konsumen berpaling dan malah lebih memilih untuk setia pada sang kompetitor bisnis.

Pepsi VS Coca Cola

iklan pepsi vs coca cola

Pepsi adalah kompetitor Coca Cola, begitu juga sebaliknya.

Kedua brand raksasa ini saling berkejaran untuk merebut dan mempertahankan hati konsumen. Apapun caranya! 😎

Termasuk perang iklan antara Pepsi dan Coca Cola.

Dan salah satu iklan yang paling membuat dunia internet gempar adalah pada saat Pepsi mengeluarkan iklan berupa kaleng Pepsi mengenakan jubah Coca Cola dengan tagline “We wish you a scary Halloween!”.

Tidak lama kemudian Coca Cola mengeluarkan iklan dengan respon yang sangat cerdas yang menggunakan gambar sama persis namun mengubah tulisan pada tagline menjadi, “Everybody wants to be a hero!”

Kejadian ini terjadi sekitar Oktober tahun 2013.

Yang terjadi sungguh diluar dugaan, justru banyak komentar netizen yang malah mendukung Coca Cola 😂

komentar netizen soal iklan pepsi

Mercedes-Benz VS Jaguar

Mercedes-Benz membuat iklan yang viral pada September 2013 untuk menampilkan kehebatan mobil yang satu ini.

Apa itu?

Intelligent Drive Magic Body Control yang memastikan pengalaman mengemudi yang sangat nyaman.

Lalu apa hubungannya ayam dengan Mercedes-Benz?

Stabil setiap saat. 👍

3 bulan kemudian, Jaguar mengeluarkan iklan dengan konsep yang sama.

Judul iklannya adalah Jaguar VS Chicken.

Mengusung konsep mobil yang stabil seperti ayam, tapi ada pesan lucu pada akhir videonya: “Magic Body Control? We prefer cat-like reflexes, don’t you?”

Daaaaan…..

3 hari kemudian, iklan ini langsung dijawab oleh Mercedes-Benz dengan cerdik menggunakan sebuah poster:

iklan mercedes benz jawab iklan jaguar

Cara bersaing dengan kompetitor adalah dengan mengetahui siapa kompetitor kita.

Seorang kompetitor yang baik, pasti akan mengamati bagaimana cara berbisnis pesaingnya.

Mulai dari produk atau jasa apa saja yang mereka jual, cara marketingnya, material iklan yang mereka miliki, hingga cara memperlakukan konsumen.

Jadi, cara bersaing dengan kompetitor adalah dengan mengetahui dulu siapa pesaing bisnis kita.

4 tipe kompetitor yang akan selalu kita jumpai

Apapun bisnis yang sedang kamu jalani, kamu akan menjumpai 4 jenis kompetitor seperti ini:

1. Direct competitors

Direct competitor atau kompetitor langsung.

Kompetitor langsung adalah jenis kompetitor yang menjual dan menawarkan produk serupa dan mendapatkan uang dengan cara yang sama dengan kita.

Baca Juga :   12 Cara Foto Produk 360 Bisa Membuat Toko Online Laris Manis

Biasanya, saat kita mendengar kata kompetitor maka yang akan muncul dibenak kita kompetitor adalah pesaing langsung (direct competitor). Dan kita akan menghabiskan paling banyak waktu dan tenaga untuk bersaing dengan kompetitor langsung ini.

Contoh mudahnya adalah Pepsi dan Coca Cola.

Mereka sama-sama menjual minuman bersoda, dan mereka mendapatkan uang dengan cara menjual minumannya.

Perusahaan akan bersaing pada kualitas produk, harga, fitur, keuntungan dan iklan.

2. Secondary competitors

Secondary competitor atau kompetitor sekunder.

Pesaing sekunder adalah tipe pesaing bisnis yang menjual produk yang sama namun dengan kualitas dan harga yang berbeda.

Misalnya sepatu Nike dan New Era (merk lokal).

2 perusahaan itu sama-sama menjual sepatu tapi punya segmen pasar yang berbeda. Nike memiliki pasar kelas atas dengan menawarkan kualitas dan harga yang fantastis, sedangkan New Era punya segmen pasar menengah bawah.

3. Indirect competitors

Indirect competitor atau kompetitor tidak langsung.

Kompetitor tidak langsung adalah kompetitor yang menjual produk yang tidak sama dengan kita namun menawarkan solusi yang diperlukan oleh konsumen kita.

Contoh kompetitor tidak langsung adalah Nagari Studio dengan perusahaan jasa desain grafis.

Nagari Studio menjual foto produk tidak menjual grafis, begitupun sebaliknya. Tapi kebutuhan pasar adalah sama, market kami memerlukan solusi untuk kebutuhan digital marketing.

Tinggal mana yang lebih menarik untuk pasar, apakah konsumen lebih memilih foto produk atau desain grafis sebagai solusi digital marketing yang mereka perlukan.

4. Replacement competitors

Replacement competitor biasa disebut sebagai kompetitor bayangan.

Jenis kompetitor ini menawarkan produk yang berbeda dan tujuan yang berbeda tapi pada market yang sama.

Misalnya salon dan klinik kecantikan.

Produknya beda, tujuannya beda, tapi market share yang sama. Pada saat wanita ingin tampil cantik, maka pilihannya bisa ke salon atau ke klinik kecantikan.

Nah, biasanya kompetitor bayangan ini akan sering kita jumpai pada persaingan SEO di mesin pencari.

Misal kita cari kata kunci, “cara menjadi cantik”. Maka akan muncul berbagai macam hasil pencarian, anggap saja salah satunya adalah artikel dari salon dan klinik kecantikan.

Nah, tinggal artikel mana yang bisa meyakinkan seorang wanita untuk mau mengeluarkan uangnya. Apakah artikel dari salon atau artikel dari klinik kecantikan yang bisa membujuk si perempuan.

Ternyata kompetisi dalam bisnis punya banyak sekali manfaat yang tidak kamu ketahui

Nah, masih banyak contoh perang iklan yang lucu-lucu lagi dari brand-brand besar dunia.

Mereka semua paham akan pentingnya berkompetisi dalam bisnis, karena bagi mereka kompetitor adalah lawan dan sekaligus menjadi kawan.

Kompetitor adalah kawan dalam bisnis, karena ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan.

Manfaat kompetitor bagi pebisnis

Hadirnya kompetitor bukan berarti tanda sial ya…

… bahkan kehadiran kompetitor bisnis bisa memberikan manfaat bagi pebisnis.

4 manfaat utama kompetitor:

  1. Memberikan motivasi kepada pelaku bisnis,
  2. Meningkatkan kinerja usaha,
  3. Membuat pengusaha selalu berpikir out of the box,
  4. Mendapatkan pelanggan setia,
  5. Kompetisi selalu melahirkan inovasi.

1. Manfaat kompetitor adalah memberikan motivasi kepada pelaku bisnis

Banyak orang memang kalau sudah ada saingan pasti jadi lemas, pusing, dan loyo. Apalagi kalau ternyata saingan bisnis kita itu tipenya suka banting harga.

Ewww.. alamat ngga laku nih dagangan 😱

Tapi, bagaimana kalau kita jadikan kedatangan kompetitor itu sebagai hal yang positif?

Dengan begitu, semangat kita akan terus terpacu dan kita akan berusaha untuk terus memberikan yang terbaik.

Motivasi ini bisa membuat kita untuk berpikir, kekurangan apa yang selama ini kita miliki, apa yang tidak disukai konsumen dari kita, pelayanan seperti apa yang harus kita tingkatkan, dll.

Sama seperti Toyota yang ingin bersaing dengan perusahaan otomotif Amerika, motivasi ini akhirnya melahirkan sebuah inovasi cerdas dalam internal management, yaitu diagram Kanban.

2. Meningkatkan Kinerja Usaha

Contoh gampangnya seperti ini, kita cerita saja soal PLN, perusahaan BUMN ini bisa dibilang tidak punya kompetitor.

Hasilnya?

Mau konsumen protes, mau teriak, cuek aja…

Karyawan kurang dalam menanggapi konsumen, yaudah besok coba ditingkatkan (kalau bisa). Ada perhitungan tagihan yang tidak jelas? Yaudah, dijawab saja… kalau ngga suka dengan jawaban terus emang mau ngga pakai listrik?

Baca Juga :   5 Vendor Jasa Foto Produk Jogja Terbaik

Tapi coba bayangkan kalau muncul 1 perusahaan baru yang sama kuatnya.

Otomatis kinerja akan selalu terus dipacu agar konsumen tidak lari ke tangan kompetitor. Pelayanan ditingkatkan, costumer service diperbaiki, apapun itu.

Dengan meningkatnya kinerja usaha, maka status perusahaan akan ikut naik dan makin positif citranya dimata konsumen.

Benar atau benar?

Dampaknya adalah keuntungan yang didapat akan semakin besar. Sebab kinerja yang diberikan oleh pemilik usaha pun lebih besar.

Memiliki kompetitor adalah hal yang positif ternyata ya? 😀

3. Membuat pengusaha selalu berpikir out of the box

Memang kalau sudah terasa nyaman susah untuk move on.

Hemmmm… tapi tidak untuk hal yang ini ya, justru kalau kita semakin nyaman, kita bisa semakin terbelakang atau stuck.

Seperti katak dalam tempurung.

Bikinlah sesuatu yang beda dengan yang lain misalnya persaingan bisnis antara Mercedes-Benz dan Jaguar diatas, saat pihak Mercedes-Benz mengunggulkan fitur mobil yang sangat stabil seperti ayam, pihak Jaguar mengeluarkan fitur mobil yang stabil plus respon yang gesit seperti kucing.

Atau contoh lain ketika kompetitor memilih untuk menjual produknya melalui door to door, kita sebagai kompetitor mereka, mencoba dengan cara berjualan yang berbeda seperti beriklan di Facebook ads, beriklan di IG ads, bisa juga melalui exposure dari seorang selebgram atau artis public figure.

Dan massiiihhh banyak lagi.

Teruslah bersikap positif, dengan vibe yang positif juga.

Manfaat berpikir out of the box sangat banyak kasiatnya, sudah pasti dan jelas akan menjadi sebuah terobosan dan sebuah cetusan baru yang akan dipandang oleh orang diluar dirimu sendiri atau perusahaanmu.

Bisa di bilang stunning out banget deh. 🔥💪

Oh ya, soal inovasi, kamu bisa menyediakan foto produk 360 untuk pelanggan seperti ini:

Tahukah kamu bahwa ada 12 cara bagaimana Foto Produk 360 bisa membuat toko online laris manis

4. Membuat kita bisa mendapatkan pelanggan setia

Kog bisa?

Gini deh, misalnya kamu punya bisnis dibidang salon dan memiliki saingan bisnis nih.

Ternyata kompetitor kita itu punya kelemahan pada customer service yang kurang ramah.

Dan ternyata, bisnis salonmu itu terkenal ramah pada konsumen, tapi punya kelemahan tidak ada rebonding misalnya. Otomatis, konsumen yang ingin mendapatkan pelayanan yang ramah dan tidak perlu rebonding pasti akan lebih memilih menjadi pelanggan setiamu donk ya.

Jadi jangan takut untuk memiliki saingan bisnis, karena masing-masing usaha pasti ada kelemahan dan kekuatannya. Dan saat kita memiliki nilai positif yang tidak dimiliki oleh pesaing, maka disitulah pelanggan akan bermunculan.

Kompetitor ternyata juga memiliki manfaat bagi konsumen

Manfaat kompetisi dalam dunia bisnis tidak hanya bisa dirasakan oleh pebisnis saja, tapi konsumen turut merasakan dampak positif kompetisi juga lho.

Setidaknya ada 3 manfaat dari munculnya kompetitor adalah:

  1. Inovasi produk,
  2. Nilai yang selalu bertambah,
  3. Lebih banyak pilihan bagi konsumen.

Penjelasan detilnya kira-kira begini:

1. Inovasi produk yang akan selalu dirasakan oleh konsumen

Jika kita memiliki kompetitor maka kita akan cenderung untuk selalu melakukan inovasi pada produk yang bisa menjaga kita agar selalu lebih baik daripada pesaing bisnis.

Jika tidak ada kompetisi, Apple tentunya tidak akan seperti sekarang. Mungkin hingga sekarang Apple masih saja berjualan laptop saja. Karena Steve Job ingin lebih unggul daripada Sony dan merk lain, dia berinovasi.

infografis inovasi produk Apple kompetitor adalah

Jadi inovasi adalah keuntungan yang lumrah terjadi pada sebuah persaingan bisnis.

2. Nilai yang selalu bertambah

Keuntungan lain dari sebuah kompetisi adalah perusahaan akan selalu menambah nilai pada produknya.

Mereka bisa meningkatkan kualitas produk, atau mengurangi harga jual.

Apapun itu, produk akan menjadi lebih diminati oleh konsumen karena mereka merasa produk yang ditawarkan memiliki nilai lebih terhadap uang yang akan dikeluarkan.

3. Lebih banyak pilihan bagi konsumen

Konsumen akan mendapatkan lebih banyak pilihan saat persaingan kuat terjadi dalam pasar.

Kita ambil contoh saja Samsung.

Perusahaan yang terkenal dengan smartphonenya itu memiliki beberapa produk unggulan, namun mereka masih terus mengeluarkan beberapa produk baru setiap periode. Mulai dari harga yang lebih murah, dan fasilitas smartphone yang beraneka macam atau produk lain yang sama sekali berbeda.

Baca Juga :   4 Alasan Mahalnya Harga Jasa Foto Produk

Hal ini berfungsi untuk mengisi celah pada pasar dan menawarkan lebih banyak opsi pada pelanggan.

Karena Samsung menawarkan begitu banyak produk, harapannya agar pelanggan tidak beralih ke merek lain. Konsumen mungkin akan membeli lemari es, TV, AC, smartphone, atau produk lain dari Samsung.

Penyebab Terjadinya Persaingan Usaha

Persaingan bisnis bisa bermula dari kesamaan bisnis pada bidang yang dijalankan antara dua atau lebih perusahaan.

Namun ada beberapa hal lain yang dapat memunculkan adanya persaingan bisnis, di antaranya sebagai berikut:

1. Produk yang dibutuhkan konsumen belum sepenuhnya terpenuhi

Kunci utama menjalankan sebuah bisnis adalah dengan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.

Persaingan bisnis bisa terjadi karena kompetitor merasa lebih tahu apa yang dibutuhkan konsumen dibanding perusahaan yang sudah ada sebelumnya.

Dengan begitu mereka dapat memunculkan produk yang bisa menjawab kebutuhan konsumen.

2. Banyaknya permintaan dari market

Banyaknya demand dari masyarakat cenderung akan menarik perhatian kompetitor.

Misalnya, kita menjual sebuah produk yang kemudian menjadi viral. Hal ini otomatis akan menarik perhatian orang lain yang kemudian mencul sebuah brand baru yang akan menjadi pesaing bisnis.

Wajar saja terjadi karena kompetitor juga ingin merasakan keuntungan ada.

3. Salah dalam menentukan lokasi

Pemilihan lokasi bisnis menjadi hal yang sangat penting dan harus menjadi perhatian pada saat akan membuka sebuah usaha.

Jika kita keliru dalam menentukan lokasi usaha, bisa jadi kesalahan kita ini akan dimanfaatkan oleh kompetitor untuk membuka usaha yang sejenis pada lokasi yang lebih baik.

Contohnya, kita ingin membuka usaha parfum isi ulang, konsep dan ide pemasaran yang kita miliki sudah mantap dan bisa diterima oleh konsumen, dan produk yang kita miliki memiliki kualitas yang bagus. Masalahnya lokasi yang kita miliki tidak strategis.

Hal ini akan memancing kompetitor untuk masuk. Dengan konsep yang sama tapi pada lokasi yang lebih strategis.

Tentunya, dengan lokasi yang lebih strategis, hal ini akan memancing konsumen untuk lari ke kompetitor.

4. Salah Mengambil Langkah

Sebuah usaha itu harus dibangun bagan dasarnya dulu seperti membangun rumah. Kalau tidak tepat dengan apa yang kita rencanakan dari awal, maka siap-siap menanggung hasil yang kurang memuaskan dikemudian harinya.

Misalnya, kita menjual produk A. Kita memiliki konsep promo yang mantap, membuka toko online sendiri, dan memiliki cabang di e-commerce.

Tapi ternyata, kompetitor melihat ada celah kesalahan yang kita buat. Yaitu kita hanya bermodalkan foto produk dan materi promosi dari distributor.

Hal ini akan memicu kompetitor untuk berpikir, dengan konsep yang sama, cara yang sama tapi mereka upgrade dengan memiliki foto produk sendiri yang lebih baik dan membuat video produk untuk iklan sendiri.

Kesimpulan

Kompetitor adalah pesaing bisnis yang menawarkan produk atau jasa yang sama, atau bahkan bisa produk yang sama sekali berbeda.

Kita tidak bisa menghindari kompetisi bisnis karena hal ini pasti akan terjadi dan memang sewajarnya terjadi.

Ada gula, ada semut.

Tapi bukan berarti hal ini harus disikapi dengan negatif, karena sebetulnya banyak kok manfaat memiliki pesaing bisnis.

Nah, kalau kamu jualan produk di Marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dll. Maka sebagian besar kamu akan bersaing dengan direct competitor.

Salah satu cara terbaik untuk bersaing adalah dengan memiliki foto produk yang terbaik, kenapa demikian? Karena foto produk bisa menjadi magnet kepercayaan konsumen.

Bayangkan saja, kalau ada 50 seller yang menjual produk yang sama dengan foto produk yang sama. Maka persepsi konsumen adalah semua kualitasnya adalah sama, maka yang terjadi selanjutnya adalah persaingan harga.

Tapi kalau ada 1 seller yang muncul dengan foto produk yang berbeda, maka persepsi pelanggan bisa jadi, “Ini adalah seller yang menjual produk yang asli.”

Kalau kamu bingung, bagaimana foto produk bisa memengaruhi penjualan, ada baiknya kamu baca artikel kami yang berjudul 11 Fakta Foto Produk dan Cara Meningkatkan Penjualan yang Ngga Pernah Kamu Tau

Dave Raynald
Dave Raynald
Dave adalah seorang videografer dan video editor spesialis momen pernikahan. Dia bergabung di Nagari Studio untuk mengembangkan pengalaman di dunia video produk.
Peraturan Komentar

Nagari Studio memiliki moderasi yang ketat untuk setiap komentar yang dituliskan melalui form dibawah ini. Kami akan menghapus komentar yang tidak membangun, SPAM, dan berbau SARA. Mohon hormati komentar pembaca lain. Kamu boleh meninggalkan alamat websitemu untuk mendapatkan link balik dari Nagari Studio.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan mau kalah sama kompetitor!

Kalau mereka bergerak lebih dulu, wah kamu bisa bahaya tuh. Makanya, yuk segera action! 💪

Facebook
Twitter
Pinterest0
Love This0
Total
0
Shares
Search
Nagari Studio