Menu

Sabar! Mulai dengan tergesa-gesa bisa membuat bisnis hancur

Ditulis oleh : Eldo A Pradana
Dipublikasikan pada : 27 Maret 2020
Kata pembuka
Kebanyakan orang akan memulai bisnis dengan tergesa-gesa. Cemas kalau bisnis yang berjalan pelan itu akan digerus oleh jaman, merugi dan bisnis hancur. Padahal, tidak demikian. Justru kadang, bisnis yang dimulai pelan-pelan dan sabar bisa menjadi bisnis yang sukses.

πŸ€·β€β™‚οΈ Konsep bisnis : Siapa cepat, dia dapat. Siapa lambat, bisnis hancur

Memulai sebuah bisnis itu harus dengan kerja keras, ketidakpastian dan jam kerja yang tanpa batas. Bisnis itu harus bergerak dengan cepat, jika tidak maka bisnis hancur akibat pesaing lebih cepat dalam melakukan inovasi dan penetrasi pasar.

Konsep bisnis ini seringkali dituliskan dan diucapkan dimanapun. Bahkan kalau kamu termasuk pengguna media sosial yang aktif, pasti akan sering lihat nih quote-quote seperti itu.

Rasanya baru mau mulai berbisnis aja kog sudah tertekan. Gimana nanti kalau bisnis udah jalan?

Coba kita lihat kata kerja keras (work hard). Kata hard work identik dengan sesuatu yang sulit dikerjakan. Kalau sudah sulit untuk dikerjakan, biasanya kita sendiri sudah malas untuk melakukannya.

Bener ngga?

Tapi karena konsep bisnis yang seperti itu sudah lama ada dan terus beredar sehingga mau tidak mau kita akan sering melihat dan mendengar kata-kata itu, sehingga mau tidak mau otak kita pelan-pelan akan mulai patuh dan setuju dengan konsep bisnis yang menyakitkan.

Seperti yang bisa kita lihat sekarang ini kebanyakan orang pada awal memulai bisnisnya akan cenderung emosional, serba terburu-buru, badan yang tidak terurus dan cepat lelah.

“Saya harus kerja keras untuk bisnis yang baru saya mulai ini, kalau tidak bisnis hancur dan impian saya akan hilang.”

“Bisnis ini harus cepat meraih pasar, kalau tidak pesaing akan terus mendominasi pasar dan kita tidak akan punya konsumen.”

“Saya ngga punya waktu lagi mengurus keluarga, saya harus cepat membuat bisnis ini untung. Kalau tidak saya akan terus rugi dan bisnis akan hancur.”

πŸ₯° Bisnis seharusnya menyenangkan, bukan menyakitkan πŸ€• .

Sabar! Mulai dengan tergesa-gesa bisa membuat bisnis hancur 2
Bisnis itu positif, jadi jalankanlah dengan kepositifan πŸ™‚

Rick Terrien mengatakan bahwa sebuah perusahaan dan bisnis yang baru kamu bangun seharusnya adalah sesuatu yang ingin untuk kamu lakukan. Dengan senang hati, bukan dengan paksaan.

Sebuah bisnis baru itu ngga sulit, cuma kita aja yang belum tau gimana caranya.

Sebagai seorang manusia, kita sering melakukan hal-hal yang baru. Coba ingat lagi, bagaimana sulitnya naik sepeda pertamakali. Pada masa anak-anak, mungkin kita ngga menyadari kalau naik sepeda itu sulit, semua hanya terasa menyenangkan meskipun memang kadang kalau pas jatuh kita akan menangis kesakitan.

Sulit? Ngga!

Kita cuma belum tau caranya naik sepeda.

Coba ingat lagi, bagaimana sulitnya saat punya bayi pertama kali. Tiap 2 jam harus bangun karena anak nangis haus, bau pesing dimana-mana, rumah kotor ngga terurus, kerja lemes. Wuiuh.. pokonya derita banget!

Related Post:  7 Kesalahan Pemula saat Jualan di Tokopedia

Tapi, bagi yang baru saja punya anak, apakah itu semua derita? Ngga! Itu semua terasa menyenangkan.

Sama seperti bisnis, saat kamu membuat bisnis itu menyakitkan maka yang kamu bayangkan akan menjadi kenyataan. Yaitu bisnis hancur!

Tapi kalau kamu membuat sebuah bisnis dengan menyenangkan, meskipun terlihat pelan-pelan dan santai, tapi apakah akan membuat bisnis hancur?

Bisnis hancur karena dilakukan dengan tergesa-gesa? πŸ’¨

Kembali sebentar ke pembahasan awal. Pada saat kamu melakukan sesuatu yang baru, apakah kamu tau bagaimana cara melakukannya?

Tidak kan?

Nah, sama saja dengan bisnis yang baru kamu bangun saat ini. Pada awalnya kamupun juga tidak akan tau bagaimana cara melakukan marketing yang benar, bagaimana cara melakukan penetrasi pasar, bagaimana cara berkomunikasi dengan klien, bagaimana cara mengatur keuangan, dan bagaimana-bagaimana yang lain.

Mau dilakukan dengan buru-buru? Mau dipercepat prosesnya?

Mangga mentah, yang diperam agar cepat matang rasanya gimana? Manis apa hambar?

Sama seperti manusia, semua hal yang baru pasti akan melalui sebuah proses yang namanya belajar. Dan belajar itu perlu waktu dan pengalaman.

Kamu perlu melakukan banyak eksperimen, dan kamu juga pasti akan banyak menemui kegagalan.

Bisnis hancur karena ketidaktahuan dan tergesa-gesa

Kombinasi antara ketidaktahuan dan tergesa-gesa dalam bisnis itulah yang akan membuat bisnis hancur. Sebagai contoh:

Pada awal membangun sebuah bisnis, kamu merasa memerlukan suntikan dana yang cukup besar agar kamu bisa merekrut banyak karyawan, segera membuat produk dan melakukan kampanye iklan besar-besaran. Yang ada dalam angan-angan adalah bisnis dalam skala besar akan membuat keuntungan yang melimpah.

Lalu kamu putuskan untuk meminjam uang di bank dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Kamu belum tau bagaimana cara mengelola uang, cara melakukan iklan, belum tau siapa target pasar dan semuanya masih kamu pelajari.

Banyak trial and error yang kamu harus lalui, banyak seminar yang harus kamu datangi, banyak buku yang harus kamu baca, dan yang paling mengerikan adalah waktu terus berdetik tagihan bank semakin dekat, gajian karyawan mulai mengejar.

Pada posisi ini apa yang kamu rasakan?

Makin tenang dan santai, atau makin deg-degan dan khawatir?

Karena gundah dengan keuangan yang makin mepet, kamu putuskan untuk pinjam lagi ke bank dengan plafon yang lebih tinggi.

Related Post:  Foto produk baju: Flatlay vs Manekin vs foto Model, mana yang terbaik?

Kamu mengulangi kesalahan yang sama dengan siklus yang sama. Dan selamat datang di neraka!

Kamu tidak bisa membayar tagihan, kamu masih harus ditagih dengan hutang. Saat ini, bisnismu tinggal kenangan. Ini yang dinamakan bisnis hancur. Saat kamu sudah tidak bisa berpikir sehat, tidak bisa membayar tagihan dan hutang.

πŸš«πŸ“ˆ Tanpa keuntungan, bukan berarti bisnis hancur!

Beda ceritanya jika kamu melakukan segala sesuatunya dengan sabar dan perlahan.

Kamu tau kalau kamu sedang butuh banyak belajar. Kamu tau kalau kamu perlu banyak melakukan eksperimen. Kamu juga tau kalau kamu akan banyak menjumpai kegagalan dalam proses belajarmu.

Tapi melakukan semuanya dengan senang hati akan memberikan jaminan keberhasilan. Tidak peduli berapa banyaknya kamu jatuh, kamu terus bangkit dengan tersenyum. Sama seperti waktu kamu masih anak-anak yang belajar naik sepeda.

Memulai bisnis tanpa karyawan, berarti kamu tidak akan dikejar tagihan gaji. Memulai bisnis tanpa hutang, kamu tidak akan dikejar-kejar tagihan, denda bank dan debt collector.

Pada masa awal ini, gunakan bisnis ini sebagai wadah kamu untuk belajar. Kuasai berbagai jurus marketing, kuasai cara mengelola uang, kuasai ilmu tentang konsumen, kuasai juga produk yang akan kamu jual.

Diposisi ini mungkin kamu akan mengalami keuangan yang minus, lelah, bingung dan depresi. Tapi apakah bisnismu hancur?

Ngga… karena segala hal yang kamu lakukan itu berwujud investasi kepada diri sendiri.

Kamu bisa saja ngga sadar ternyata ilmu yang kamu dapatkan dari menjalankan bisnis seorang diri bisa memberikan ilmu yang begituuuuuu baaaaanyak untuk kamu sendiri.

Tanpa sadar ternyata kamu bisa closing sales dengan mudahnya, tanpa sadar ternyata manajemen produksi bisa kamu kuasai, tanpa sadar juga kamu sudah memahami target pasarmu. Keuangan, cara beriklan, model bisnis, dan banyak ilmu bisnis yang ternyata kamu sudah mulai pahami.

Bisnis hancur? Ngga doonk, bisnis makin berkembang senada dengan kamu (sebagai pemilik) juga berkembang.

Pepatah orang jawa, “alon-alon waton kelakon”? 🐌

Tapi kan….

Hush! Ngga ada tapi.

Kamu jangan baca sebuah pepatah dari makna eksplisitnya saja. Kamu juga harus pahami apa sih makna lain dibalik sebuah pepatah.

Terus kerjakan dan berdoa, tenang dan hayati pekerjaan jangan tergesa-gesa. Sesuatu yang dilakukan dengan tergesa-gesa itu hasilnya tidak baik.

Lha gimana? Kamu masih takut kalau bisnis selow ini akan membuat kamu kalah dengan saingan dan tidak bisa meraih pasar?

Related Post:  14 Ide Bisnis Online Tahun 2020 - Modal kecil untung besar

Pertanyaan sederhana aja nih ya…

Sehebat apa sih pesaing bisnismu itu? Apakah dia lebih hebat daripada Tuhan?

Manusia itu unik banget kog, tidak ada satu hal pun yang akan disukai oleh semua manusia. Buktinya, agama aja bisa beda-beda, Tuhan nya juga bisa beda-beda, bahkan yang lebih lucu lagi ada yang ngga percaya sama Tuhan.

Padahal kita tau, Allah itu tuhan yang satu. Allah itu yang Maha Segalanya.

Itu aja manusia masih ada yang beda dengan keunikannya.

Apalagi pesaing bisnismu, udah jelas lebih banyak yang ngga suka daripada yang suka. Sama juga halnya dengan kamu, akan lebih banyak orang yang ngga suka dengan bisnismu dan kamu daripada orang yang suka.

Wajar.

Akuisisi aja pasar yang tidak suka dengan produk atau layanan pesaing. Titik.

Jumlahnya? Buaaaanyak! Yakin deh, buaaaaaaaaaaaaaanyak!

Nah, udah bisa senyum kan? Udah ngga mikirin tentang bisnis hancur meskipun dengan resource yang terbatas kan? Udah ngga mikirin tentang bisnis hancur meskipun dilakukan dengan selow kan?

Bisnismu itu kamu. Kamu hancur, bisnis hancur. Kamu kuat, bisnis kuat! πŸ’ͺ

Kamu orang kuat. Kamu pebisnis hebat
Kamu orang kuat. Kamu pebisnis hebat

Kebanyakan orang akan melakukan investasi besar-besaran pada bisnis yang akan mereka jalankan, tapi tidak kepada pribadi mereka (manusia pelaku bisnis).

Hasilnya, si pemilik akan miskin dengan ilmu dan pengalaman. Bagaimana jika sebuah perusahaan dipimpin oleh orang yang miskin akan ilmu dan pengalaman? Jawaban mudah, bisnis hancur.

Jika kita balik keadaan ini, dimana sebagai pemilik kita memperkaya diri dengan ilmu dan pengalaman? Tentunya hal ini akan membawa dampak yang sangat positif kepada bisnis.

Jadi gimana menurut kamu? Apakah kamu ingin membuat bisnis secara cepat dan terburu-buru atau pelan-pelan dan menikmati setiap prosesnya?

Apa kesulitanmu dalam memulai bisnis yang bisa Nagari bantu?

Mendirikan sebuah bisnis baru itu tidak mudah, tapi juga tidak sulit.

Nagari Studio paham karena kami juga pernah diposisi yang sama dengan kamu saat ini. Kami kekurangan resource, kekurangan materi dan kekurangan biaya.

Kalau kamu baru saja membangun sebuah bisnis dan memiliki kesulitan untuk melakukan foto produk dan melakukan marketing, kamu bisa menghubungi Nagari Studio untuk membicarakan solusi atas permasalahan yang kamu hadapi.

Nagari Studio bisa memberikan solusi atas permasalahanmu mengenai foto produk, materi design promosi, bahkan website.

Eldo A Pradana
Eldo A Pradana
Eldo adalah founder Nagari Studio. Dia seorang designer dan fotografer spesialisasi foto produk. Disela aktifitasnya dia suka untuk menulis blog dan membuat microblog pada akun instagram pribadinya di @eldoap.
Peraturan Komentar

Nagari Studio memiliki moderasi yang ketat untuk setiap komentar yang dituliskan melalui form dibawah ini. Kami akan menghapus komentar yang tidak membangun, SPAM, dan berbau SARA. Mohon hormati komentar pembaca lain. Kamu boleh meninggalkanΒ alamat websitemu untuk mendapatkan link balik dari Nagari Studio.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This