oleh | 26 Jun 2019 | Foto Produk | 0 Komentar

Foto produk itu penting. Setuju? Tapi standar foto produk kan pakai background putih, rasanya foto jadi membosankan untuk dilihat. Ya ngga sih? Apalagi kalau untuk Instagram, rasanya foto backgound putih ngga banget deh. Tapi tunggu dulu, sebelum kamu antipati dengan foto jenis foto katalog yang satu ini ada baiknya kamu baca kelebihan dan kekurangan foto background putih di artikel ini.

Sebentar, kalau kamu punya pertanyaan apa sih pentingnya foto produk, kamu bisa baca artikel yang kami pernah tulis di Pentingnya Foto Produk untuk Bisnis Online.

Nah, setelah kita punya pandangan yang sama, yaitu pandangan akan pentingnya foto produk bagi bisnis online kamu baru saatnya kita lanjutkan pembahasan ini.

Karena kalau kita ngga punya pandangan yang sama, maka pembahasan ini tidak akan banyak membantu. Bahkan bisa jadi membuang-buang waktumu. So, are you with Nagari Studio? 🙂

Foto background putih = foto katalog

Dulu, jaman belum trend online shopping seperti ini, proses penawaran produk dari produsen ke konsumen banyak dilakukan melalui media cetak. Apa itu?

Buku katalog.

Yes. Buku katalog merupakan media yang sangat efektif untuk memamerkan produk ke calon konsumen dan katalog dirasa masih efektif digunakan meskipun trend online shopping sekarang ini sudah booming.

Yuk, coba kita lihat beberapa contoh buku katalog yang kami ambil dari beberapa sumber ini:

1. Buku katalog milik Karcher.

buku katalog karcher dengan foto background putih

2. Buku katalog milik Qwiq, perusahaan Eropa yang memproduksi sepeda. Produk difoto dengan foto background putih

Foto background putih untuk buku katalog qwiq

3. Buku katalog Mecymoder.

katalog mecymoder foto backgound putih untuk menampilkan foto terbaik

Bahkan perusahaan besar pun membuat buku katalog dengan foto background putih untuk mempresentasikan produk mereka.

Lalu apa sebenarnya keuntungan foto katalog ini?

63% orang merasa lebih mudah melihat-lihat produk melalui katalog, dibandingkan melalui toko online.bizibl.com

Foto background putih untuk menampilkan warna asli produk

Warna putih adalah warna netral. Putih adalah spectrum murni dari cahaya. Tanpa ada warna putih, kamu tidak akan bisa melihat benda apapun didunia ini karena semuanya akan gelap total.

Secara alami, semua benda didunia ini akan memantulkan cahaya. Jika benda itu tidak memantulkan cahaya, kembali lagi maka kamu tidak akan bisa melihat benda itu karena gelap absolut.

Jika dilogika secara ilmu fotografi, maka background yang digunakan untuk foto akan memantulkan cahaya yang kemudian ditangkap oleh objek foto kemudian dipantulkan kembali ke lensa kamera. Kalau kamu menggunakan background berwarna, maka warna background akan ikut dipantulkan oleh objek sehingga objek foto terlihat akan memiliki warna dari background.

Sebagai contoh, Nagari akan kasih foto milik Anton Oparin

warna dan cahaya background warna hijau mengenai baju putih sehingga warna baju terlihat menjadi hijau

Pada gambar kiri, kita mungkin mengira warna baju tetap putih tapi ternyata setelah diedit warna baju model terkena pantulan cahaya dan warna hijau dari background.

Contoh lainnya adalah foto yang dibuat oleh studio foto lain di bali, Baliprod.com

color cast pada produk dengan background berwarna

Perhatikan pada daerah yang kami tandai dengan anak panah warna merah. Fenomena ini dinamakan color cast, kontaminasi warna background ke produk atau objek foto produk.

Jelek? Belum tentu, kalau foto memang diproduksi dengan tujuan foto lifestyle maka konsep color cast bisa menjadi sangat menarik. Tapi kalau kamu bertujuan untuk foto katalog, maka color cast ini tidak bisa diterima.

Pada foto katalog, warna produk harus sesuai dengan aslinya sehingga tidak ada misperception dari konsumen mengenai warna yang akan dia beli dan terima nantinya.

Berikut adalah contoh hasil foto background putih dari Nagari Studio.

foto background putih untuk menampilkan warna asli sepatufoto katalog untuk dompet pria fossil warna coklat

Pro Tips: Pantulan warna yang tercipta dari background putih adalah warna putih. Semakin tinggi intensitas warna putih yang dipantulkan maka hanya akan membuat brightness produk semakin tinggi, bukan mengubah warna produk.

Foto katalog dibuat untuk Sure Buyers

Sure buyers = serious buyers = pembeli yang serius.

Sure buyers adalah tipe (calon) konsumen yang sudah tahu apa yang dia butuhkan dan ingin beli. Memang jenis konsumen seperti ini tidak banyak, tapi begitu kamu ketemu dengan konsumen seperti ini maka proses jual-beli akan berlangsung dengan sangat cepat jika mereka menemukan apa yang mereka butuhkan pada toko onlinemu.

Sure buyers tahu produk apa yang sedang mereka butuhkan. Cukup berikan mereka detil produk yang bisa memuaskan, dan mereka akan menjadi milikmu.Nagari Studio

Para sure buyers tidak perlu disajikan foto lifestyle, yang memiliki background warna-warni dan ditata sedemikian rupa untuk menarik minat beli.

Ingat, mereka sudah tahu produk apa yang ingin dibeli. Mereka hanya butuh detil produk saja. Semakin banyak detil produk yang bisa mereka lihat dan bandingkan, semakin mereka merasa terpuaskan. Titik.

Dimana kamu bisa menemukan tipe pembeli seperti ini? Di marketplace.

Marketplace dibuat untuk jual-beli. Jadi orang yang masuk ke marketplace pasti memiliki tujuan untuk mencari suatu produk yang sedang diperlukan. Meskipun banyak juga orang yang masuk ke marketplace hanya untuk mencari produk diskon atau hanya sekedar iseng saja. Tapi yang jelas, calon pembeli dari marketplace biasanya lebih siap untuk mengeluarkan uang.

Foto produk background putih digunakan brand besar dunia

Belajar dari yang besar untuk menjadi besar. Gaul sama orang sukses untuk menjadi sukses.

Setuju?

Ada data menarik yang dikeluarkan oleh Pixelz, perusahaan kelas dunia yang bergerak di jasa edit foto dan dipercaya banyak brand internasional. – Ya Allah, Nagari Studio juga pengen besar seperti ini. Aamiin…

background putih adalah pilihan yang paling banyak dipilih untuk foto produk brand besar

Sampai pada November 2015, Pixelz telah melakukan editing foto produk sebanyak 7 juta foto. Hasilnya adalah 76% foto mengubah background ke warna putih, 16% menghilangkan background (transparan), dan sisanya dengan background aslinya (biasanya sudah putih).

Lalu pertanyaannya kenapa brand besar justru memilih untuk membuat background foto produk mereka menjadi putih? Dan kenapa kita yang masih brand kecil justru aneh-aneh dengan konsep yang aneh-aneh?

No offense loh, tapi ini realita dan sebuah pertanyaan besar yang mesti dipecahkan bersama.

Keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan dengan foto background putih:

  1. Foto produk menjadi terlihat bersih.
  2. Foto produk ditampilkan secara konsisten.
  3. File foto menjadi lebih kecil.
  4. Konsentrasi konsumen terfokus pada produk, bukan pada background.
  5. Profesional.

Selain itu foto produk dengan background putih juga membosankan dan tidak Instagram-able.

Weheheh… emang bener kan? Kami aja bosen kalau mengedit foto jenis ini. Tapi tenang, kami cinta dengan jenis foto katalog ini. Bahkan Nagari Studio tidak ada henti-hentinya untuk mengkampanyekan keuntungan foto background putih ini.

Foto katalog = sniper, senjata lain tetap diperlukan untuk menang

Nagari Studio senang untuk menganalogikan foto produk katalog ini sebagai sniper. Tepat sasaran, jitu, dan mematikan. Kelemahannya tentu saja tidak bisa untuk membidik banyak sasaran. Untuk itu, dalam memenangkan sebuah pertempuran tentu diperlukan senjata lain yang bisa mendukung foto background putih ini.

Lifetsyle photography. Foto yang instagram-able.

Foto jenis lifestyle photography ini sebenarnya ditujukan untuk menarik perhatian orang supaya mau kenal lebih dekat lagi dengan produk yang ditawarkan. Bukan sebagai mesin penjual. Tapi apa daya, karena keren maka banyak orang memilih foto jenis ini untuk berjualan.

Yang penting keren.

Dalam website, foto lifestyle ini bisa digunakan untuk menghias halaman kategori produk. Demikian pada buku katalog, bahkan Nagari Studio juga menggunakan foto lifestyle di halaman kategori produk pada buku katalog yang kami buat.

Foto Background Putih = Membosankan, Apa Iya? 1

Kesimpulan: Foto background putih masih mendominasi halaman produk

Foto produk dengan background putih, atau biasa disebut foto katalog, masih menjadi foto yang terbaik untuk mempresentasikan detil produk. Banyak brand internasional menggunakan foto jenis ini pada website dan buku katalog mereka.

Amazon.com selaku marketplace terbesar memiliki aturan detil foto produk harus ditampilkan dengan background putih.

Semua foto ditampilkan secara profesional, resolusi yang tinggi, dan tidak ada yang copy paste alias main comot foto orang lain. Sindiran nih, tapi semoga dicerna secara positif.

Melakukan foto produk dengan background putih memiliki banyak keuntungan, seperti:

  1. Tampilan halaman produk menjadi bersih.
  2. Menghilangkan distraksi pada foto.
  3. Meminimalkan ukuran file foto.
  4. Menampilkan detil produk dengan jelas.
  5. Menampilkan warna asli pada produk.

Selain itu toko online kamu akan terlihat profesional jika ternyata kamu membuka akun dibeberapa marketplace dan kamu juga tidak perlu untuk melakukan foto ulang jika ternyata kamu ingin berjualan di marketplace yang mengharuskan foto produk ditampilkan dengan background putih seperti Zalora.

Jika kamu ingin mendapatkan hasil foto background putih terbaik, kamu bisa mempertimbangkan bekerja sama dengan Nagari Studio. Harga yang fleksibel, banyak diskon, dan bisa kredit dengan program #nyicilfotoproduk

Suka dengan yang kamu baca?

Suka dengan yang kamu baca?

Langganan newsletter Nagari Studio untuk mendapatkan informasi menarik lain seperti yang kamu baca sekarang ini. Dan kamu juga akan jadi yang pertama tahu jika ada diskon atau program giveaway foto produk dari Nagari Studio.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This